Pajak Ferrari CS Naik 3x Lipat Hingga 195%

Posted on

Pajak Ferrari CS Naik 3x Lipat Hingga 195%

Jasa Konsultan Pajak Jakarta – Pembelian mobil mewah diimpor secara utuh dari luar negeri sekarang ini akan dikenakan pajak sampai 195% sebagai bentuk dari kebijakan pengendalian impor khusus untuk barang konsumsi berdasarkan pada penyesuaian tarif pajak penghasilan pada pasal 22.

Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani Indrawati mengharapkan jika kebijakan ini bisa membantu mengurangi impor dari mobil mewah. “Sangat diharapkan untuk dapat membantu mengurangi appetite untuk impor mobil mewah mengingat harganya bisa mencapai 3x lipat” ujarnya.

Impor mobil mewah akan dikenakan instrument perpajakan di antara ada bea masuk yang persentasenya mencapai 50%, lalu pajak pertambahan nilai yang dipungut sebesar 10% dan pajak penghasilan impor sebesar 10% lalu ada pajak penjualan atas barang mewah dari 10% sampai 125%.

Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati mengatakan jika impor mobil mewah akan dikenakan pajak pertambahan nilai barang mewah sehingga bisa menghasilkan setidaknya devisa USD 87.88 juta selama bulan Januari-Agustus 2018.

Pemerintah telah menerapkan kebijakan dari pengendalian impor barang konsumsi melalui penyesuaian dari pajak penghasilan impor pada 1.147 pos tarif yang mana merupakan strategi untuk membantu mengatasi deficit dari neraca pembayaran.

Dilihat dari 1.147 pos tarif itu, sebanyak 210 item komiditas telah mengalami peningkatakn tarif yang awalnya 7.5% jadi 10% saja. Mobil mewah CBU serta motor besar termasuk ke dalam kateogri dari 210 item di komoditas itu jadi tarif dari pajak penghasilan impornya akan dinaikkan lagi jadi 10%.

Sri Mulyani mengungkapkan jika peraturan Menteri Keuangan tentang penyesuaian tarif pajak dari penghasilan impor telah ditandatangai dan akan diberlakukan 7 hari setelahnya.

Jadi jika kamu memiliki rencana untuk membeli kendaraan mewah, termasuk Ferrari dan teman-temannya, maka kamu harus mempersiapkan diri dengan kenaikan pajak yang terjadi sebanyak 3x lipat, jangan sampai kamu tidak bisa membayar pajak padahal sudah membeli kendaraan hasil impor dari luar negeri tersebut.

Jika masih keberatan dengan kebijakan ini, maka ada baiknya jika membeli kendaraan biasa saja, namun itu kembali lagi kepada selera orang yang berbeda-beda.