Fungsi Main Stator dan Rotor Pada Mesin Genset

Posted on

Fungsi Main Stator dan Rotor Pada Mesin Genset

Jual Genset – Anda mungkin cukup sering memanfaatkan mesin genset untuk kebutuhan sehari-hari ketika PLN mematikan listriknya, namun apakah Anda mengenal dengan baik apa saja komponen utama dari mesin genset?. Ada banyak komponen-komponen dari mesin genset yang membuat mesin mampu untuk menjalankan fungsinya dengan baik.  Berikut ini beberapa komponen yang bisa kita temukaan pada mesin genset.

Main stator (Armature Coil)

Pada stator terdapat kumparan kawat yang biasanya akan memotong medan magnet ketika magnet di mesin generator telah berputar, kumparan kawat di stator tersebut akan dihubungkan oleh bermacam-macam, hal itu tergantung pada kebutuhan serta jumlah kumparan. Stator itu terdiri atas lapisan plate besi yang memiliki diameter dalam hampir sebesar rotor serta diameter luas yang sama dengan mesin generator frame serta lilit dengna armature coil merata dengan permukaan plate besinya.

Armature coil ini terdiri atas sejumlah lapisan tembaga, di permukaan konduktor telah dilapisi dengan insulator serta vanish. Konduktor nantinya dihubungkan memakai star conection untuk dapat menghasilkan arus AC yang akan dikeluarkan field coil pada ekternal 3-phase lines. Jadi kesimpulannya yang dimaksud dengan main stator adalah kumparan 3 phasa yang bisa menghasilkan tegangan AC atau kumparan output generator.

Rotor

Komponen ini pada mesin generator biasanya secara langsung akan dihubungkan dengan memakai engine flywheel emakai coupling dan di ujung lainnya disupport oleh bearing. Komponen ini terdiri atas rotor sharft serta gabungan besi plat. Lapisan dari steel disc tampak menyerupai silinder yang telah disesuaikan pembuatannya dengan panjang groove. Tiap groove akan dililit konduktor yang fungsinya sebagai field coil di sekitar rotor. Rotor ini dibagi menjadi dua tipe yaitu cylindrical type maupun salient type.

Di rotor ini tersedia sejumlah kutub magnet yang nantinya bisa memengaruhi banyaknya putaran tiap menitnya yang harus bekerja untuk dapat menimbulkan frekuensi yang dibutuhkan. Kesimpulannya, rotor ini merupakan kumparan 1 fasa yang akan menerima arus DC dari main rectifier dan menghasilkan medan magnet utama yang kemudian akan menginduksikan GGL pada main stator.